Kualitas Air Hujan

Tingkat Keasaman (pH) Air Hujan di Indonesia PEBRUARI 2012

 

Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 35 (tiga puluh lima) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.

Pada bulan Pebruari 2012, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 24 (dua puluh empat) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.
 
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 22 (dua puluh dua) kota : ANGKASA PURA - JAYAPURA, BANDUNG - JAWA BARAT, BAWIL - 1 - MEDAN, CITEKO - CISARUA, DARMAGA - BOGOR, JUANDA - SURABAYA, KARANG PLOSO - MALANG, KEMAYORAN - JAKARTA, KENTEN - PALEMBANG, KOTOTABANG - PADANG, PANAKUKANG - MAROS, PATIMURA - AMBON, PULAU BAAI - BENGKULU, SAMRATULANGI - MANADO, SELAPARANG - MATARAM, SEMARANG - JAWA TENGAH, SIANTAN - PONTIANAK, ST.THAHA - JAMBI, TANGERANG - BANTEN, TEMINDUNG - SAMARINDA, TJILIK RIWUT - PALANGKARAYA, YOGYAKARTA - JAWA TENGAH berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 2 (dua puluh dua) kota tersebut bersifat asam.
 
Tingkat keasaman air hujan di kota BANJAR BARU - BANJARBARU, BRANTI - LAMPUNG menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).
 
Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan pada bulan Pebruari 2012 dapat dilihat pada peta dan grafik dibawah ini:
 
 
sumber:bmkg.go.id

 
dsc_0052.jpg

Turn off/on Sound Options Smileys History FAQ Kide Chat
admin: selamat siang semua !! :)

Name:
Message:



:) :( ;) :P :D :| :O :S O.O 8) :_( :-* (!) (?)